Jumat, 20 September 2019

Pengalaman Bahasa

Baiklah,kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman bahasa jawa kasar daerah saya yaitu Batu Ampar Ampar tepatnya di Desa Teluk nibung dan bahasa jawa halus nenek saya di daerah jawa tengah tepat nya di Desa Kebumen. Pada Waktu itu saya masih duduk disekolah menengah atas,  pada hari libur akhir semester genap saya di ajak orang tua saya pergi belibur ke tempat nenek saya yang di jawa tengah,untuk menjenguk beliau dan kami  sangat merindukan nya karena semenjak ibu saya pindah ke kalimantan belum pernah pulang kesana lagi,kami pergi kesana menggunakan pesawat Garuda Indonesia kami menempuh perjalanan selama 5 jam dari pontianak ke yogyakarta sesampainya kami di bandara Adisujipto yogyakarta kami sudah di tunggu oleh keluarga dari nenek saya yang di sana untuk menjemput kedatangan kami dari pontianak, terus saya berbicara dengan abang sepupu saya" uwis kas mau kah mas gone ngenteni nang kene" yang di artikan ke dalam bahasa jawa halus yaitu"apa sampeyan wis nunggu kene "  walaupun beda penyebutan tapi arti nya tetap sama. Apabila di artikan dengan bahasa indonesia yaitu"sudah lama kah kamu nunggu disini". Ada juga pengalaman bahasa jawa daerahku dengan bahasa daerah temanku dari kayong utara. Waktu itu aku berbicara dengan dia,"ayo mulih bareng-bareng ke Batu Ampar"yang apabila di artikan dengan bhasa melayu Kayong Utara yaitu"ayum balek ke kayong same-same" jika di artikan dalam bahasa indonesia yaitu"mari kita pulang ke batu ampar sama-sama".
 Mungkin hanya itu pengalaman singkat saya,yang pernah saya alami. Sekian terima kasih 😊

Jumat, 13 September 2019

Tentang Saya

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Perkenalkan nama saya Galuh Putri Laraswati saya adalah anak bungsu dari 2 bersaudara.

   Sekarang saya berkuliah di IAIN pontianak prodi yang saya ambil yaitu PAI dan saya bukan asli orang pontianak saya merantau dari Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya ke sini untuk mencari ilmu dan melanjutkn pendididkan ke jenjang yang lebih tinggi, hari demi hari saya lewati. Canda, tawa susah dan senang datang  silih berganti itulah seni kehidupan,betapa sulit nya aku menyesuaikan diri di tempat yang asing ini.
Kasik sayang kini tak lagi kurasakan dari kedua orang tua. Saat ini, saya di tuntut untuk bisa mencari kasih sayang dari orang-orang asing ini. Aku harus  bisa menentukan hidup sendiri. Betapa sulitnya hidup ini,hidup ini tak segampang dalam arti membalikan telapak tangan. Dengan segala kesederhanaan,kekurangan aku mulai mepaki hidup ini. Walaupun sederhana tapi aku selalau santai dalam menjalani hidup ini,tapi kenyataan nya terbalik. Dengan diriku sendiri aku harus  membuat segala sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin.
 Demi hidup dan masa depanku,aku harus rela meninggalkan kampung halaman,meninggalkan ayah dan ibu,orang tua dan sanak saudara yang jauh di kampung,tidak akan tau apa saja yang kita alami di rantau. Keluarga hanya tau bahwa keadaan saya baik-baik saja,saya tidak bergantung pada mereka. Saya harus berjalan menemukan siapa saya,bagaimana saya bisa mempertahankn  hidup wakau dengan sesuap nasi.