laporan
Bacaan :Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Melalui kultur sekolah
Oleh
: Galuh Putri Laraswati (11901259)
PAI
4b
Pada kesempatan kali
ini saya akan membahas tentang "pembentukan karakter disiplin siswa
melalui kultur sekolah" oleh Muhammad Sobri , Nursaptini, Arif Widodo,
Deni Sutisna. dimana yang kita ketahui dari pengertian kultur sekolah itu
adalah serangkaian keyakinan, harapan, nilai-nilai, norma, tata aturan, dan
rutinitas kerja yang diinternalisasi warga sekolah sehingga mempengaruhi
hubungan dan kinerja warga sekolah dalam upaya mencapai tujuan sekolah itu
sendiri. Dengan kultur sekolah inilah yang menjadi pembeda antara sekolah satu
dengan lainnya. Karena masing-masing sekolah itu mempunyai kultur sekolah yang
berbeda-beda
dan pada artikel
pertama yaitu kultur sekolah itu mempunyai peran dan yang seperti dalam
pengertian kultur sekolah di atas yaitu menghasilkan serangkaian kinerja antar
individu masing-masing dan sekolah itu sendiri. Karena itu sekolah adalah suatu
tempat untuk menuntut ilmu dan perlu kita ketahui dalam suatu sekolah itu kita
perlu membangun sebuah aktivitas-aktivitas positif sehingga dapat meningkatkan
kualitas kinerja dari sekolah tersebut. karena banyak faktor yang mempengaruhi
prestasi peserta didik dan pembentukan karakter pada peserta didik itu dari kultur
sekolah mereka yang kualitas nya sangatlah kurang.
Maka dari itu harus
kultur dari sekolah ini harus di perbaiki agar faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan prestasi dan pembentukan karakter peserta didik itu dapat teratasi
secara cepat dan tepat. Bila tidak segera di tangani maka masaslah ini akan
semakin bertambah dan akan semakin membuat kualitas dari sekolah itu menurun
drastis dan anak- anak pun yang akan melanjutkan pendidikan di sekolah itu akan
berfikir dua kali melihat kultur sekolah nya yang sngat memprihatinkan. Jadi
karakter disiplin pada peserta didik dapat di bentuk melalui kultur sekolah yang di
indentifikasikan melalui artifak sekolah, tata tertib, ritus atau
upacara-upacara yang rutin di laksanakan di sekolah, dan nilai-nilai atau keyakinan
yang di anut oleh warga sekolah.
v Pembentukan
Karakter disiplin peserta didik memlaui artifak sekolah
Dalam
artikel bagian ini yang dapat saya pahami dari tulisan tersbut adalah kalau
kita berbicara tentanag artifak tentunya
sudah tidak asing bagi di telinga kita. Dan dimana dalam artikel ini sudah di
lakukan peneletian di SMK Anak Bangsa Kabupaten Lombok Tengah yaitu tentang
profil sekolah terssebut. Dan setelah di lakukan penelitiannya tidak lama
keluarlah hasil nya dan hasil nya itu adalah artifak sekolah yang di temukkan
di sekolah itu adalah tata ruang dan cara berpakaian. Berkaitan dengan tata
ruang disini memiliki gedung ruang kelas ada 12 lokal, Dan semua itu dalam
kondisi baik, bersih, rapi sehingga layak dan nyaman untuk di gunakan dalam proses
belajar mengajar siswa.
Untuk
para Guru dan Staf lainnya di haruskan penggunaan seragam di sekolah ini di
wajibkan menggunakan seragam khas yang sudah di buatkan dari pihak sekolah dan
menggunakan dasi. Jika guru atau staf tersebut melanggar pertama kali akan di
beri nasehat secara lisan apabila mereka melanggar secara terus menerus akan di
berikan sanksi yang lebih berat lagi dari itu dan mereka tidak boleh membantah
karena mereka harus menerima konsekuensi dari apa yang mereka lakukan. Karena
tindakan itu semua perlu membutuhkan kerja dari semua agar bisa membentuk
karakter disiplin dari peserta didik maka dari itu harus di mulai dari guru dan
staf untuk mencontohkan sikap teladan dan menanam nilai yang sudah di terapkan
di sekolah tersebut. dan peserta didik juga harus ikut serta dalam mensukseskan
hal ini. karena dulu semasa saya masih sekolah di SMAN 2 Batu Ampar saya pernah
merasakan hal itu karena di sekolah saya pernah mernerapkan hal yang sama yaitu
harus menggunakan pakaian rapi dan menggunakan dasi sepatu pun harus yang
berwarna hitam dan tidak boleh berwarna lain. Dan baju tidak boleh di keluarkan
harus di masukkan, tidak boleh membawa hp atau alat elektronik lainnya. Karena
kalau ada yang melanggar itu semua akan di berikan sanksi oleh guru Bk. Dan
menurut saya itu adalah hal yang sangat wajar karena guru,staf, dan pihak sekolah liannya
menerapkan itu semua ada maksud dan tujuannya yaitu untuk membentuk karakter
peserta didik yang disiplin melalui kultur sekolah.
v Pembentukan
Karakter disiplin peserta didik melalui tata tertib sekolah
Dan
artikel bagian ini yang saya pahami adalah di setiap sekolah pasti mempunyai
peserta didik yang bermacam-macam tingkah dan karakternya. Dari situlah dapat
mempengaruhi kedisiplinan dan ketertiban yang sudha di tegakkan oleh guru agar
mempermudah dalam kelangsungan proses belajar mengajar. Dari situlah sangat lah
penting untuk dibentuk suatu tata tertib sekolah. Karena dengan adanya tata
tertib sekolah untuk upaya menjamin kelangsungan di lingkungan sekolah agar dalam
proses belajar mengajar lebih kondusif dengan tenang. Itu semua untuk kenyamana
guru dan peserta didik dalam melakukan pembelajaran. Tetapi dalam
berlangsungnya tata tertib ini juga melibatkan semua warga sekolah terutama
peserta didik harus menaati dan menjalankan aturan yang sudah di buatkan oleh
pihak sekolah.karena saya juga pernah merasakan ini, dimana pada saat itu
sekolah saya menerapkan harus tepat waktu untuk masuk ke kelas dan jika ada
yang terlambat masuk akan di beirkan hukuman. Dan adapun dispensasi untuk
keterlambatan masuk hanya 10 menit jika lebih dari itu tidak boleh masuk untuk
mengikuti proses belajar mengajar. Dan ada juga pada pelajaran penjaskes itu
sebelum memulai pelajaran kami semua satu kelas di haruskan memungut sampah di
sekitaran kelas kami dan di buang ke tempat sampah setelah itu barulah kami
bisa memulai pelajaran jika tidak, ya tidak akan di mulai pelajaran tersebut.
v Pembentukan
karakter disiplin peserta didik melalui upacara-upacara di sekolah
Dari
bagian artikel kali ini yang bisa saya pahami adalah di sekolah SMK Anak Bangsa
mempunyai kegiatan rutin yaitu kegiatan upacara bendera apel senin dan
lain-lainnya. Dimana kegiatan ini sudah di sepakati dan sudah di lakukan sejak
lama dan bisa di bilang ini sudah tradisi dari sekolah tersebut. di sekolah
saya dulu juga seperti itu selalu melakukan kegiatan upacara secara rutin yang
di lakukan pada hari senin dan di mulai pukul 07.00 WIB dan yang wajib
mengikuti upcara tersebut yaitu para guru, staff, dan peserta didik. Pada
upcara yang di lakukan hari senin ini setiap peserta didik di wajibkan
mengikuti upacara kecuali yang sedang sakit dan harus tepat waktu dalam
mrngikuti upacara tersebut karena jika mereka terlambat maka setelah upacara
itu selesai mereka akan di beri hukuman karena mereka terlambat. Hukuman itu di
berikan untuk memberi efek jera kepada peserta didik agar mereka tidak
mengulangi kejadian itu kembali. Dan hukuman itu juga di berikan agar mereka
lebih disiplin dalam hal apapun karena semua itu di mulai dari hal-hal kecil.
Bisa juga membentuk karakter disiplin mereka sejak dini. Dan biasanya juga
upacara ini tidak di lakukan saat hari senin saja tetapi pada saat memperingati
hari-hari yang bersejarah. Biasanya juga pada saat hari maulid nabi SAW dan lain-lainnya. Dengan memperingati
hari itu di sekolah kami mengadakan pengajian dan membaca yasin bersama guru
dan peserta didik. Adapaun pada saat bulan ramadhan seperti ini biasanya di
adakan pesantren kilat dan buka bersama. moment-moment seperti itulah yang akan
di rindukan nantinya, karena dari kegiatan yang rutin, dan keteladan itu adalah
salah satu cara yang efektif untuk membentuk karakter disiplin pada peserta
didik.
v Pembentukan
karakter disiplin pada peserta didik melalui nilai-nilai dan keyakinan
Yang
saya pahami dalam bagian artikel ini adalah ternyata SMK Anak Bangsa ini
menerapkan kurikulum 2013 dimana kurikulum ini menekankan kepada pembentukan
karakter siswa yaitu termasuk disiplin. Menurut mereka dengan apa yang di
terapkan di sekolah mereka itu sudah mempunyai visi dan misi tertentu. berikut
ini visi yaitu : "menciptakan lembaga professional di bidangnya"
sedangkan misinya yaitu "membentuk perilaku santun dan berkarakter
berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai luhur
budaya bangsa". Untuk mendukung dalam tercapainya visi dan misi di atas
maka sekolah tersebut harus mengaktifkan program-program yang harus di ikuti
oleh para peserta didik. Misalnya program itu seperti pramuka, osis, taekwondo,
paskibra dan lain-lainnya.
Dan
di sekolah ini ada ekstrakulikuler yang di wajibkan dan ekstrakulikuler
pilihan. Karena sekolah saya dulu juga pernah menerapkan hal ini yaitu setiap
peserta didik harus wajib mengikuti ektrakulikuler yang sudah di buat. Dan ektrakulikuler
yang wajib di ikuti oleh seluruh peserta didik adalah pramuka dan rohis
sedangkan ekstrakulikuler yang pilihan yaitu taekwondo, drumband, seni tari dan
lain sebagainya. Karena dengan ekstrakulikuler itulah kita dapat menyalurkan
bakat kita dimana dan tinggal kita kembangkan saja melalui kegiatan tersebut.
selagi kegiatan tersebut tidak menggangu proses belajar mengajar. Dan saya dulu
pernah mengikuti banyak kegiatan ekstrakulikuler yang sangat banyak misalnya
pramuka, rohis, taekwondo dan seni tari dan itu saya lakukan semuanya dengan
senang hati karena saya itu tipe anak yang tidak suka diam-diam dirumah dan
aktif sekali. tetapi meskipun kegiatan itu membuat waktu istirhat saya
berkurang tapi tidak mengurangi niat saya untuk melakukan itu semua. Karena pembentukan
karakter disiplin itu juga melalui usaha internalisasilkan nilai-nilai dalam
proses pembelajaran. Dan untuk melakukan kegiatan itu semua perlu mendapat
dukungan yang ekstra dari guru, karena itu semua demi terbentuknya karakter
disiplin untuk peserta didik. Nilai atau aturan yang di terapkan di sekolah itu
sebenarnya terlaksana karena adanya sikap dan interaksi antara peserta didik
dengan peserta didik, guru dengan guru, dan semua pihak sekolah yang terlibat
dalam hal tersebut. interaksi itu semua terjain bisa terjalin dengan sangat
baik dan tanpa ada rasa kekurangan apapun. Semua itu akan sangat mendukung
terciptanya karakter disiplin pada peserta didik. Dan nilai-nilai yang sudah di
terapkan itu harus di kembangkan lagi melalui budaya sekolah. Dan kemungkinan
itu cara yang lebih efektif dalam membentuk karakter disiplin pada peserta
didik. Dengan itulah karakter disiplin sangat penting untuk di bentuk pada diri
peserta didik pada masa perkembangannya agar bisa berhasil mencapai hidup yang
bahagia.