Laporan Bacaan : Perangkat Pembelajaran/Pembelajaran Jarak Jauh (Daring)
Oleh : Galuh Putri Laraswati (11901259)
PAI 4B
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak
Pada blog saya kali ini saya akan membahas tentang pendapat saya mengenai media pembelajaran jarak jauh ini dan apakah pembelajaran ini sudah sangat efektif. Yang dimana akan saya bahas pada kesempatan kali ini. dimana pembelajaran Jarak Jauh ini sedang kita alami sekarang ini mengingat pandemi yang semakin meningkat dan tidak memungkinkan untuk di lakukan nya pembelajaran secara tatap muka. Dan bisa juga lihat di link tersebut(https://raharja.ac.id/2020/11/17/apa-itu-pembelajaran-jarak-jauh/).
Dengan mewabahnya
pandemic covid-19 ini maka untuk memutus tali rantai penyebaran covid-1 maka
tempat-tempat yang memicu kerumunan itu di tutup seperti sekolah, perguruan
tinggi dan lain-lain. Untuk sekolah dan
perguruan tinggi untuk meniadakan pembelajaran secara tatap muka dan harus di
ganti menjadi pembelajaran secara jarak jauh karena ini adalah cara yang tepat
untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini. Pembelajaran jarak jauh ini
adalah proses belajar mengajar yang di lakukan secara jarak jauh dan tanpa
adanya ruang kelas secara langsung melainkan secara virtual dengan menggunakan
aplikasi-aplikasi pendukung seperti WA grup, Google Clasroom, Zoom Meeting, Dan
Google Meet , dan E-Learning, dikusi online dan masih banyak lainnya. Yang
memudahkan proses belajar mengajar yang efesien.
Pada pembelajaran jarak
jauh ini sangatlah membutuhkan teknologi yang saya bilang tadi karena
pembelajaran ini di lakukan secara daring atau online. Dan jaringan internet
juga harus sangat mendukung,tetapi banyak yang mengeluh akan pembelajaran
secara daring ini terutama anak sekolah dan mahasiswa karena mereka sulit dalam
memahami pelajaran dan juga setiap harinya harus mengerjekan tugas yang di
berikan di memiliki tenggat waktu yang tidak lama membuat mereka kewalahan,
materi pelajaran juga hanya bisa di
jelaskan melalui video saja, belum lagi untuk yang rumah nya di pelosok
pastinya terkendala sinyal. Seperti saya ini yang tinggal di daerah pelosok dan
kadang untuk sinyal itu sangat susah dan kalau mati lampu itu pasti sinyal
hilang dan harus menunggu.
Kalaupun sinyal itu ada
tapi lelet pun sudah bersyukur karena masih bisa kuliah dan tetap semangat
untuk belajar meskipun terkendala sinyal. Banyak kendala yang di hadapi yaitu
keterbatsan sarana dan prasarana seperti laptop atau hp yang di miliki orang
tua anak sekolah, kondisi listrik yang tidak stabil dan keterbatasan kuota
internet yang di sediakan oleh orang tua. Dengan keterbatasan inidalam
pelaksanaan pembelajaran daring ini harus tetap di lakukan agar proses
transformasi Ilmu pengetahuan kepada peserta didik tidak terganggu.namun
kendala tersebut bisa menjadi hamabatan dalam proses pembelajaran, namun guru/dosen
tentu memaklumi keadaan tersebut dan memberikan solusi dan jalan keluar dari
permaslahan yang di hadapai kepada peserta didik agar mereka tetap bissa
mengikuti proses pembelajaran Perubahan
yang signifikan ini membuat anak-anak sekolah dan mahasiswa banyak yang
mengalami tekanan yang tinggi untuk mengikuti pelajaran. Mereka juga harus
belajar ektra. Dan dalam pembelajaran jarak jauh ini orang tua sangatlah
berperan penting dalam membantu dan secara teliti untuk mendampingi mereka
selama proses belajar mengajar itu berlangsung.
Tetapi terkadang ada
juga anak yang mandiri dan tidak mau merepotkan orang tuanya dan mereka
mengerjekan semuanya sendiri karena mereka tau orang tua mereka juga mempunyai
kesibukkannya sendiri terlebih jika orang tuanya itu adalah seorang guru/Pns. Dengan
sistem pembelajaran jarak jauh ini kita harus ekstra teliti dan disiplin karena
kalau tidak kita tidak akan bisa memahami apa yang sudah di jelaskan oleh
guru/dosen kita. Palagi teruntuk anak sekolah sangat sulit bagi mereka untuk membagi waktu antara
tugas sekolah dengan waktu bermain seperti adik sepupu saya itu kalau tidak
orang tuanya yang mengontrol maka dia bakal telat mengumpulkan tugasnya. menurut
saya seharusnya guru harus menggunakan media pembelajaran yang menarik dan
kreatif tidak membosankan jadi anak sekolah belajar juga tidak bosan dan lebih
bersemangat dalam belajar. Dan bisa bijak dalam mengatasi kesulitan belajar
yang di sertai media pembelajaran agar pembelajaran tidak monoton dan tetap
bisa menghaditkan suasana pembelajaran yang interaktif antara guru dan peserta
didik.
Pembelajaran jarak jauh
ini memerlukan suatu pendekatan yang berbeda dalam perencanaan, dan penyampaian
khusus dan komunikasi. Karena mereka membutuhkan motivasi diri untuk mulai
mengembangkan percaya diri dan keahlian mereka dalam mengerjakan tugas yang
bersifat mandiri. Dan pelaksanaan pembelajran secara jarak jauh (daring) ini
kita bisa memiliki keleluasaan waktu untuk belajar, kita dapat belajar kapan
pun dan dimana pun. Belajar secara jarak jauh ini juga tentu meiliki tantangan
tersendiri sisea tidak hanya membutuhkan suasana dirumah yang mendukung untuk
belajar tetapi juga koneksi internet yang
memadi. Namun prose pembelajaran yang efektif juga tidak kalah penting.
Untuk membuat proses
pembelajaran yang efektif kita harus berkomunikasi dengan guru/dosen berjalan
lancar dengan baik saat melakukan daring berlangsung, aktif dalam berdiskusi
dengan teman dan guru, bisa memanagen waktu dengan baik, meski belajar dirumah
kita harus menyelasaikan tugas dengan tepat waktu dan tidak bertele-tele. Sebenarnya pembelajaran yang si lakukan
seperti ini kurang di minati anak sekolah tetapi mau gimana lagi Sistem
pembelajaran daring ini mau tidak mau harus tetap di lakukan di tengan pandemic
seperti ini, sebab tidak mungkin anak sekolah dan mahasiwa di liburkan panjang
hingga virus corona ini hilang dari permukaan bumi.tapi pembelajaran jarak jauh
atau online ini sangat berpangaruh pada perkembangan anak. Anak akan mudah stress,
teretekan, dan jenuh karena tidak bisa keluar rumah dan beraktifitas seperti
ketika mereka bersekolah.
Masuk pada tahap new
normal ini masyarakat harus mencoba berdampingan dengan covid-19, sebuag
tantangan bary dan sangat mengkhawatirkan membudayakan perilaku hidup bersih
dan sehat, dengan cara rutin mencuci tangan pakai sabun, pakai masker saat
keluar rumah dan jaga jarak. Dan yang kita ketahui dimana sekarang dengan
adanya new normal ini aktifitas sekolah, perguruan tinggi sudah mulai di lakukan dan sekarang ini
sedang ada di masa percobaan yaitu pembelajarang secara tatap muka tapi mereka
tetap mematuhi protocol kesehatan dan pembelajaran itu tidak full secara tatap
muka tetapi di selingi dengan pembelajaran secara jarak jauh atau daring.
Namun dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring inii tidak semulus yang kita pikirkan karena ada banyak problematika yang sangat banyak. Sebenarnya dengan pembelajaran jarak jauh ini sangat memudahkan anak sekolah dan mahasiswa untuk belajar apalagi mengingat pembelajaran daring ini harus bisa menggunakan aplikasi pendukung untuk mengakses jalannya proses belajar mengajar. Tetapi kalau kita ingat lebih jauh lagi orang tua anak sekolah dasar banyak yang kurang mengerti menggunakan aplikasi tersebut apalagi yang khususnya di daerah pelosok itu susah karena kebanyakan dari mereka dulunya tidak mempunyai handphone dan dengan adanya pembelajaran secara tatap muka mereka mau tidak mau haru membeli handphone android karena untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran secara daring ini . tapi itu tidak sebagian besar dan masih banyak juga yang sudah menguasai media tersebut. aktifitas dan tuntutan ekonomi harus terpenuhi terkadang itulah yang membuat mereka tidak cukup waktu untuk meluangkan waktu dirumah membimbing anak dari pagi sampai sore, kadang pun oirang tua bisa membantu itu setelah mereka pulang bekerja dan itu biasanya pada saat malam hari.
Karena itulah problem
ini yang menjadi perhatian dalam pmebelajaran daring ini. banyak orang tua
peserta didik yang mengeluh tugas yang banyak dan tanpa penjelasan langsung
dari guru yang bersangkutan.sehingga banyak orang tua yang mengeluh akan hal
ini di tambah aplikasi yang membingungkan bagi anak sekolah dasar khususnya
yang belum sangat paham akan aplikasi tersebut dan harus di awasi oleh orang
tuanya langsung dirumah. Pada dasarnya untuk usia anak sekolah dasar dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan
sistem jarak jauh atau daring ini kuranglah efektif dan maksimal karena
mengingat usia tersebut adalah usia yang hatud mendapat bimbingan penuh dari
orang tua dan guru di sekolah. Dan apalagi yang khususnya kelas 1 sekolah dasar
harus ektra di bimbing karena pada dasarnya mereka belum bisa apa-apa. Dan contohnya
di daerah saya ini kan tidak ada yang namanya Tk jadi mau tidak mau mereka
langsung masuk sekolah dasar langsung jadi guru nya pun harus sabar dalam
mengajari peserta didik karena mereka benar-benar belajar dari nol dan belum
ada basic belajar sama sekali.
Selanjutnya, seiring
berjalan nya waktu disekolah di daerah saya untuk mengatasi peserta didik yang
tidak mempunya elektronik seperti handphone atau laptop. Karena banyak yang
mengajukan pendapat karena ekonomi mereka mungkin kurang memadai dan kadang
untuk makan saja mereka saja susah. Dan akhirnya kepala sekolah memberi
kebijakan untuk siswa tetap sekolah tapi mereka kesekolah menggunakan baju bebas dan hanya mengambil tugas dan
mengantar tugas saja setelah itu mereka langsung pulang. Dan akhirnya sudah new
normal dan berapa pekan ini sekolah
sudah mulai di buka dan sekolah sudah bisa masuk belajar secara tatap muka
dengan catatan menjaga jarak dan protocol kesehatan. Untung di sekolah di
daerah saya ini kalau sekolah itu wajib menggunakan masker dan jam belajar
mereka juga di batasi dari jam biasa dan tidak ada jam istirahat. Kemudian sebelum
mereka masuk ke dalam ruang kelas mereka harus mencuci tangan dulu dan mereka
duduknya sendiri-sendiri dan sudah di beri jarak oleh guru.
Kalau kita piker-pikir
lagi lebih enak sekolah offline dari pada online begini karena kalao offline
itu kita banyak menghabiskan waktu dalam perjalanan ke sekolah dan sekarang
kita hanya perlu membuka aplikasi yang akan digunakan untuk melaksanakan
pembelajaran yang sudah di siapkan oleh guru dan pembelajaran secara daring ini
memungkinkan untuk kita belajar dari manapun bahkan ketika kita dalam
perjalanan atau liburan betul bukan karena saya juga pernah mengalami saat
sedang kuliah saat itu juga saya harus pulang kampung jadi mau tidak mau saya
harus berkuliah sambil di jalan. dan berungtung lah jika kalian mempunyai
seorang guru yang baik pengertian karena tanggung jawab seorang guru itu
tidaklah mudah dan guru itu tidak hanya berdiri dan mengjarkan materi kepada
muridnya tetapi beliau juga membuka kesempatan untuk kita berkomunikasi dengan
baik. Guru juga selalu hadir sebagai pendukung dan pemecah masalah sehingga bisa
menjadi panutan yang dapat memotivasi peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar