Senin, 12 April 2021

laporan bacaan : Perangkat Pembelajaran (Magang 1)

 

Laporan Bacaan : Perangkat Pembelajaran/Pembelajaran Jarak Jauh (Daring)

Oleh : Galuh Putri Laraswati (11901259)

PAI 4B

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak

Pada blog saya kali ini saya akan membahas tentang pendapat saya mengenai media  pembelajaran jarak jauh  ini dan apakah pembelajaran ini sudah sangat efektif. Yang dimana akan saya bahas pada kesempatan kali ini. dimana pembelajaran Jarak Jauh ini sedang kita alami sekarang ini mengingat pandemi yang semakin meningkat dan tidak memungkinkan untuk di lakukan nya pembelajaran secara tatap muka. Dan bisa juga lihat di link tersebut(https://raharja.ac.id/2020/11/17/apa-itu-pembelajaran-jarak-jauh/).

Dengan mewabahnya pandemic covid-19 ini maka untuk memutus tali rantai penyebaran covid-1 maka tempat-tempat yang memicu kerumunan itu di tutup seperti sekolah, perguruan tinggi dan lain-lain.  Untuk sekolah dan perguruan tinggi untuk meniadakan pembelajaran secara tatap muka dan harus di ganti menjadi pembelajaran secara jarak jauh karena ini adalah cara yang tepat untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini. Pembelajaran jarak jauh ini adalah proses belajar mengajar yang di lakukan secara jarak jauh dan tanpa adanya ruang kelas secara langsung melainkan secara virtual dengan menggunakan aplikasi-aplikasi pendukung seperti WA grup, Google Clasroom, Zoom Meeting, Dan Google Meet , dan E-Learning, dikusi online dan masih banyak lainnya. Yang memudahkan proses belajar mengajar yang efesien.

Pada pembelajaran jarak jauh ini sangatlah membutuhkan teknologi yang saya bilang tadi karena pembelajaran ini di lakukan secara daring atau online. Dan jaringan internet juga harus sangat mendukung,tetapi banyak yang mengeluh akan pembelajaran secara daring ini terutama anak sekolah dan mahasiswa karena mereka sulit dalam memahami pelajaran dan juga setiap harinya harus mengerjekan tugas yang di berikan di memiliki tenggat waktu yang tidak lama membuat mereka kewalahan, materi pelajaran juga  hanya bisa di jelaskan melalui video saja, belum lagi untuk yang rumah nya di pelosok pastinya terkendala sinyal. Seperti saya ini yang tinggal di daerah pelosok dan kadang untuk sinyal itu sangat susah dan kalau mati lampu itu pasti sinyal hilang dan harus menunggu.

Kalaupun sinyal itu ada tapi lelet pun sudah bersyukur karena masih bisa kuliah dan tetap semangat untuk belajar meskipun terkendala sinyal. Banyak kendala yang di hadapi yaitu keterbatsan sarana dan prasarana seperti laptop atau hp yang di miliki orang tua anak sekolah, kondisi listrik yang tidak stabil dan keterbatasan kuota internet yang di sediakan oleh orang tua. Dengan keterbatasan inidalam pelaksanaan pembelajaran daring ini harus tetap di lakukan agar proses transformasi Ilmu pengetahuan kepada peserta didik tidak terganggu.namun kendala tersebut bisa menjadi hamabatan dalam proses pembelajaran, namun guru/dosen tentu memaklumi keadaan tersebut dan memberikan solusi dan jalan keluar dari permaslahan yang di hadapai kepada peserta didik agar mereka tetap bissa mengikuti proses pembelajaran  Perubahan yang signifikan ini membuat anak-anak sekolah dan mahasiswa banyak yang mengalami tekanan yang tinggi untuk mengikuti pelajaran. Mereka juga harus belajar ektra. Dan dalam pembelajaran jarak jauh ini orang tua sangatlah berperan penting dalam membantu dan secara teliti untuk mendampingi mereka selama proses belajar mengajar itu berlangsung.

Tetapi terkadang ada juga anak yang mandiri dan tidak mau merepotkan orang tuanya dan mereka mengerjekan semuanya sendiri karena mereka tau orang tua mereka juga mempunyai kesibukkannya sendiri terlebih jika orang tuanya itu adalah seorang guru/Pns. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh ini kita harus ekstra teliti dan disiplin karena kalau tidak kita tidak akan bisa memahami apa yang sudah di jelaskan oleh guru/dosen kita. Palagi teruntuk anak sekolah sangat  sulit bagi mereka untuk membagi waktu antara tugas sekolah dengan waktu bermain seperti adik sepupu saya itu kalau tidak orang tuanya yang mengontrol maka dia bakal telat mengumpulkan tugasnya. menurut saya seharusnya guru harus menggunakan media pembelajaran yang menarik dan kreatif tidak membosankan jadi anak sekolah belajar juga tidak bosan dan lebih bersemangat dalam belajar. Dan bisa bijak dalam mengatasi kesulitan belajar yang di sertai media pembelajaran agar pembelajaran tidak monoton dan tetap bisa menghaditkan suasana pembelajaran yang interaktif antara guru dan peserta didik.

Pembelajaran jarak jauh ini memerlukan suatu pendekatan yang berbeda dalam perencanaan, dan penyampaian khusus dan komunikasi. Karena mereka membutuhkan motivasi diri untuk mulai mengembangkan percaya diri dan keahlian mereka dalam mengerjakan tugas yang bersifat mandiri. Dan pelaksanaan pembelajran secara jarak jauh (daring) ini kita bisa memiliki keleluasaan waktu untuk belajar, kita dapat belajar kapan pun dan dimana pun. Belajar secara jarak jauh ini juga tentu meiliki tantangan tersendiri sisea tidak hanya membutuhkan suasana dirumah yang mendukung untuk belajar tetapi juga koneksi internet yang  memadi. Namun prose pembelajaran yang efektif juga tidak kalah penting.

Untuk membuat proses pembelajaran yang efektif kita harus berkomunikasi dengan guru/dosen berjalan lancar dengan baik saat melakukan daring berlangsung, aktif dalam berdiskusi dengan teman dan guru, bisa memanagen waktu dengan baik, meski belajar dirumah kita harus menyelasaikan tugas dengan tepat waktu dan tidak bertele-tele.  Sebenarnya pembelajaran yang si lakukan seperti ini kurang di minati anak sekolah tetapi mau gimana lagi Sistem pembelajaran daring ini mau tidak mau harus tetap di lakukan di tengan pandemic seperti ini, sebab tidak mungkin anak sekolah dan mahasiwa di liburkan panjang hingga virus corona ini hilang dari permukaan bumi.tapi pembelajaran jarak jauh atau online ini sangat berpangaruh pada perkembangan anak. Anak akan mudah stress, teretekan, dan jenuh karena tidak bisa keluar rumah dan beraktifitas seperti ketika mereka bersekolah.

Masuk pada tahap new normal ini masyarakat harus mencoba berdampingan dengan covid-19, sebuag tantangan bary dan sangat mengkhawatirkan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, dengan cara rutin mencuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah dan jaga jarak. Dan yang kita ketahui dimana sekarang dengan adanya new normal ini aktifitas sekolah, perguruan tinggi  sudah mulai di lakukan dan sekarang ini sedang ada di masa percobaan yaitu pembelajarang secara tatap muka tapi mereka tetap mematuhi protocol kesehatan dan pembelajaran itu tidak full secara tatap muka tetapi di selingi dengan pembelajaran secara jarak jauh atau daring.

Namun dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring inii tidak semulus yang kita pikirkan karena ada banyak problematika yang sangat banyak. Sebenarnya dengan pembelajaran jarak jauh ini sangat memudahkan anak sekolah dan mahasiswa untuk belajar apalagi mengingat pembelajaran daring ini harus bisa menggunakan aplikasi pendukung untuk mengakses jalannya proses belajar mengajar. Tetapi kalau kita ingat lebih jauh lagi orang tua anak sekolah dasar banyak yang kurang mengerti menggunakan aplikasi tersebut apalagi yang khususnya di daerah pelosok itu susah karena kebanyakan dari mereka dulunya tidak mempunyai handphone dan dengan adanya pembelajaran secara tatap muka mereka mau tidak mau haru membeli handphone android karena untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran secara daring ini . tapi itu tidak sebagian besar dan masih banyak juga yang sudah menguasai media tersebut. aktifitas dan tuntutan ekonomi harus terpenuhi terkadang itulah yang membuat mereka tidak cukup waktu untuk meluangkan waktu dirumah membimbing anak dari pagi sampai sore, kadang pun oirang tua bisa membantu itu setelah mereka pulang bekerja dan itu biasanya pada saat malam hari.

Karena itulah problem ini yang menjadi perhatian dalam pmebelajaran daring ini. banyak orang tua peserta didik yang mengeluh tugas yang banyak dan tanpa penjelasan langsung dari guru yang bersangkutan.sehingga banyak orang tua yang mengeluh akan hal ini di tambah aplikasi yang membingungkan bagi anak sekolah dasar khususnya yang belum sangat paham akan aplikasi tersebut dan harus di awasi oleh orang tuanya langsung dirumah. Pada dasarnya untuk usia anak sekolah dasar  dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan sistem jarak jauh atau daring ini kuranglah efektif dan maksimal karena mengingat usia tersebut adalah usia yang hatud mendapat bimbingan penuh dari orang tua dan guru di sekolah. Dan apalagi yang khususnya kelas 1 sekolah dasar harus ektra di bimbing karena pada dasarnya mereka belum bisa apa-apa. Dan contohnya di daerah saya ini kan tidak ada yang namanya Tk jadi mau tidak mau mereka langsung masuk sekolah dasar langsung jadi guru nya pun harus sabar dalam mengajari peserta didik karena mereka benar-benar belajar dari nol dan belum ada basic belajar sama sekali.

Selanjutnya, seiring berjalan nya waktu disekolah di daerah saya untuk mengatasi peserta didik yang tidak mempunya elektronik seperti handphone atau laptop. Karena banyak yang mengajukan pendapat karena ekonomi mereka mungkin kurang memadai dan kadang untuk makan saja mereka saja susah. Dan akhirnya kepala sekolah memberi kebijakan untuk siswa tetap sekolah tapi mereka kesekolah menggunakan  baju bebas dan hanya mengambil tugas dan mengantar tugas saja setelah itu mereka langsung pulang. Dan akhirnya sudah new normal dan  berapa pekan ini sekolah sudah mulai di buka dan sekolah sudah bisa masuk belajar secara tatap muka dengan catatan menjaga jarak dan protocol kesehatan. Untung di sekolah di daerah saya ini kalau sekolah itu wajib menggunakan masker dan jam belajar mereka juga di batasi dari jam biasa dan tidak ada jam istirahat. Kemudian sebelum mereka masuk ke dalam ruang kelas mereka harus mencuci tangan dulu dan mereka duduknya sendiri-sendiri dan sudah di beri jarak oleh guru.

Kalau kita piker-pikir lagi lebih enak sekolah offline dari pada online begini karena kalao offline itu kita banyak menghabiskan waktu dalam perjalanan ke sekolah dan sekarang kita hanya perlu membuka aplikasi yang akan digunakan untuk melaksanakan pembelajaran yang sudah di siapkan oleh guru dan pembelajaran secara daring ini memungkinkan untuk kita belajar dari manapun bahkan ketika kita dalam perjalanan atau liburan betul bukan karena saya juga pernah mengalami saat sedang kuliah saat itu juga saya harus pulang kampung jadi mau tidak mau saya harus berkuliah sambil di jalan. dan berungtung lah jika kalian mempunyai seorang guru yang baik pengertian karena tanggung jawab seorang guru itu tidaklah mudah dan guru itu tidak hanya berdiri dan mengjarkan materi kepada muridnya tetapi beliau juga membuka kesempatan untuk kita berkomunikasi dengan baik. Guru juga selalu hadir sebagai pendukung dan pemecah masalah sehingga bisa menjadi panutan yang dapat memotivasi peserta didik.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar