Senin, 14 Juni 2021

laporan Bacaan 4 : Strategi Pembelajaran

 

Laporan Bacaan :

Galuh Putri Laraswati (11901259)

 

Baiklah Pada Tugas Laporan Bacaan kali saya Yaitu tentang Penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Pribadi  yang Islami" Oleh Elihami Elihami. Bagaimana seperti yang kita ketahui  bahwa pendidikan agama islam itu ialah sebagai suatu proses penanaman, pengembangan dan pemantapan nilai-nilai spiritual manusia dimana yang tingkah lakunya terealisasikan oleh kaidah-kaidah yang ada dalam agama.`dimana nilai-ni spiritual aalah bentuk dari kesluruhan pribadi seseorang yang menyatakan diri dalam tingkah laku.pengaruh pembentukan karakter seseorang yaitu oada lembaga pendidikan. Terutama  khususnya pada lembaga pendidikan formal(Sekolah), dyang dimana istilah dari strategi pembelajaran     yaitu adalah metode yang dipilih dan digunakan oleh seorang guru untuk menyediakan bahan belajar yang dimaksudkan untuk memudahkan siswa untuk menerima dan memahami materi pembelajaran yang pada akhirnya dapat dikuasai pada akhir kegiatan pembelajaran.  

Pembelajaran adalah Suatu Proses yang sengaja di rancang atau dibuat oleh seseorang untuk mencapai suatu tujuan yaitu suatu aktivitas pembelajaran. Strategi pembelajaran ini ialalah suatu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru/pendidik dengan peserta didik yang bertujuan untuk mencapai suatu proses belajar mengajar yang efektif dan efesien. Dan saya ketahui suatu strategi pembelajaran ini di terapkan oleh seorang guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar agar dapat memudahkan peserta didik dalam belajar, karena kalau guru menerapkan strategi pembelajaran yang ia buat maka suatu kegiatan proses belajar mengajar itu lebih menyenangkan dan sebelum menerapkan strategi pembelajaran it guru harus mengetahui kemampuan dari peserta didik tersebut dalam menerapkan strategi pembelajaran itu juga harus sesuai dengan kemampuan peserta didik. Karena terkadang ada guru yang menggunakan strategi pembelajaran ini dalam suatu proses pembelajaran dan tidak sesuai akan kemampuan dari peserta didik tersebut tentunya bukan memudahkan peserta didik malah mempersulit peserta didik dalam memahami suatu materi pelajaran.

Karena setiap guru itu mempunyai cara masing-masing untuk melakukan sebuah kegiatan belajar mengajar dan tentunya berbeda dari yang satu dengan yang lainnya. Pembelajaran itu kan pada dasarnya ialah suatu proses menambah ilmu pengetahuan, informasi dan kemampuan  baru yang belum kita ketahui dan dari pembelajaran ini lah kita bisa mengetahui semua yang belum kita ketahui dan itu semua membutuhkan proses secara bertahap dan tidak langsung kita paham atau mengetahui itu semua. Ketika kita sebagai mengetahui hal tersebut kita sebagai guru maupun seperti saya ini sebagai calon guru tentunya kita harus memikirkan bagaimana dan strategi apa yang harus kita terapkan agar semua itu tercapai dengan efektif. Dan menurut saya sebagai calon guru itu adalah hal yang sangat penting  untuk di pahami sebelum kita menerapkan strategi pembelajaran tersebut. kita harus paham dulu akan kemampuan dari peserta didik tersebut barulah kita bisa menerapkan strategi pembelajaran itu dengan efektif dan efesien. Dalam menggunakan strategi pembelajaran ini bahwa tidak semua strategi pembelajaran dapat di terapkan  ataupun cocok  digunakan dalam semua mata pelajaran     dan untuk mencapai tujuan dan keadaan yang sama, karena seperti yang kita ketahui setiap strategi pembelajaran itu mempunyai kegunaan masing-masing. Karena saya pernah mengalami hal seperti itu ketika saya membuat tugas laporan observasi itu kan  ada disuruh untuk melampirkan sebuah rpp dan sewaktu saya meminta kepada guru yang berada di sekolah yang saya observasi itu beliau mempunyai banyak jenis rpp dan disitu sudah lengkap sekali dan ada strategi yang digunakan dalam rpp itu. Dan kebetulan ibu saya itu adalah seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan kadang saya sharing menganai hal tersebut kepada ibu saya. Dan dari situlah saya tau, tidak pada kegiatan observasi ini saja tetapi pada mata kuliah Pengembangan Materi PAI Dasar 2 itu pada UTS kami disuruh membuat rpp satu lembar  atau biasa disebut dengan Rpp guru merdeka dan disitu juga ada strategi pembelajaran yang digunakan.

Dalam sistem pembelajaran tujuan yaitu merupakan komponen atau hal yang paling utama dalam segala aktivitas pendidik dan peserta didik, dengan demikian tentunya harus di usahakan dengan sebaik mungkin agar terciptanya sebuah tujuan yang telah di tetapkan. Oleh karena itu strategi pembelajaran ini harus dapat mendorong aktivitas dari para peserta didik, aktivitas disinik tidak hanya di maksudkan kepada aktifviatas fisik maupun psikis dari peserta didik tersebut banyak guru yang lupa dan akhirnya salah paham akan dari sikap peserta didik yang hanya pura-pura aktif tetapi kenyataannya peserta didik tersebut sangatlah pasif. dan dari pengalaman saya menerapkan strategi pembelajaran ini tidaklah mudah apalagi kalau peserta didiknya itu susah di atur, tetapi meskipun begitu kita harus sabar dalam menghadapi itu semua, terkadang ada juga peserta didik yang gampang di atur ya apalagi kan waktu itu pada saat saya melakukan observasi itu di SD kelas 4 jadi ya anak-anak nya masih suka main dan kadang ada juga yang ngobrol sendiri dan mereka tidak fokus dalam belajar, maka dari itu untuk mengembalikan semangat mereka dalam belajar saya mengajak mereka bermain game dulu tetapi tentunya game ini menyangkut materi pelajaran yang akan di pelajari hari ini dan saya mengetes ingatan peserta didik akan materi pelajaran minggu lalu yaitu mata pelajaran pendidikan agama islam dengan game tersebut. setelah itu barulah saya memulai pelajaran tersebut saat kondisi sudah kondusif untuk peserta didik belajar.

Mata pelajaran pendidikan agama islam bagi kta sudah tidak asing lagi bagi umat muslim di indonesia, pendidikan agama islan ialah merupakan usaha sadar dilakukan oleh seorang guru untuk mempersiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran islam melalui bimbingan di sekolah, agar peserta didik menjadi pribadi muslim  yang islami. Karena seperti yang kita ketahui di zaman sekarang ini banyak remaja yang menyalahkan gunakan gaya hidupnya. Apalagi remaja yang tinggal di kota dan sebagian besar mereka lebih mengikuti tren di masa kini misalnya dengan berpakaian seperti orang luar negeri dan bergaya seperti ke barat-baratan. Apalagi di zaman sekarang ini teknologi yang semakin canggih dimana semua bisa di akses pada internet.usia remaja adalah dimana masih suka coba-coba dan terbilang mereka memang masih labil dalam melakukan berbagai hal, bahkan kesalahan yang tak perlu juga sering terjadi karena kecerobohan, karena saya juga pernah merasakan hal ini. mereka juga memiliki kebiasaan buruk yang pada akhirnya berpengaruh dengan gaya hidup mereka sehari-hari makanya kebanyakan hidupnya juga tidak teratur. Dan sebagaian banyak remaja yang memiliki kebiasaan seperti baru bangun tidur langsung main handphone ya walaupun itu tidak semua dan terkadang hal ini saya masih juga, dan sebenarnya hal ini harus di hindari kalau tidak dihindari maka akibatnya akan menjadikan anak menjadi makin malas dan hidup menjadi tidak efektif.

Dan kemungkinana banyak juga yang merasakan hal ini termasuk saya sendiri dan anak zaman sekarang lebih manja apalagi kadang dalam dunia pedidikan dikit-dikit suka ngeluh banyak tugas dan capek lah apalah dan lainnnya.selain itu juga kecanggihan teknologi sekarang ini juga membuat mereka menjadi malas. Begitu pula dengan gaya hidup anak sekaran ini yang sangatlah berbeda dengan anak zaman dulu misalnya seperti cara berfikir, beritindak. Maka dari situ kebanyakan anak sekarang sudah kecanduan media. Sehingga anak pada zaman sekarang gaya hidup merupakan gamabran bagai setiap orang dan menggambarkan seberapa besar nilai moral dari anak tersebut. dan bisa di katakan anak zaman sekarang itu jarang sekali yang akhlaknya baik dan itu hanya sebagian saja. Akhlak artinya tabiat, budi pekerti atau kebiasaan. Manusia yang berakhlak akan tertanam iman dan hatinya, sebaliknya manusia yang tidak berakhlak ialah manusia yang ada sikap mendua dalam tuhan di dalam hatinya.

Maka dari itu untuk mengatasi itu semua khususnya guru pendidikan agama dalam membentuk kepribadian muslim peserta didik. Data ini berupa hasil interview dan Data Sekunder, pengambilan data dalam bentuk dokumen-dokumen yang telah ada serta hasil penelitian relevan yang ditemukan peneliti. Peneliti terlibat langsung di lokasi penelitian untuk mengadakan penelitian dan memperoleh data-data konkret yang ada hubungannya dengan pembahasan ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yakni observasi atau pengamatan cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Guna suksesnya strategi pembelajaran diperlukan pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Agar materi tersebut tidak sekedar diketahui untuk diujiankan atau sekedar menjalankan tuntutan kurikulum dan tugas. Perilaku peserta didik di luar sekolah seperti penggunaan pakaian yang mempertontonkan aurat atau perilaku lain seperti merokok, membolos, balapan liar mesti mendapatkan perhatian berupa respon sanksi mendidik yang memberi efek jera. Sanksi tersebut bisa berupa sanksi yang ada nilai manfaatnya untuk lingkungan seperti membersihkan atau sanksi fisik yang mendidik seperti berdiri dan dilihat oleh semua orang.

Dan ada Strategi Guru Pendidikan Agama Islam pada Pembelajaran Pendidikan Agamaslam dalam Pembentukan Kepribadian Muslim Manusia dengan akal pikirannya sebelum melaksanakan suatu kegiatan yang sederhana maupun kegiatan yang sifatnya kompleks. Tetapi dalam Pembelajaran pendidikan agama Islam dikatakan berhasil manakala peserta didik dapat memahami materi pendidikan agama Islam sekaligus dapat mengaktualisasikan pemahamannya tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Karena pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak hanya mentransfer materi kepada peserta didik saja namun diperlukan adanya penghayatan terhadap materi sehingga menimbulkan adanya perubahan sikap peserta didik setelah mendapatkan materi tersebut. , Sikap dan perilaku peserta didik yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. enerapan Strategi Guru Pendidikan Agama Islam pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan kepribadian muslim peserta didik berdampak baik pada perilaku religius, disiplin, dan menghargai sesama, namun masih perlu dilakukan perbaikan dan perhatian khusus dalam hal pembentukan perilaku disiplin. Dan kita sebagai guru harus mengatahui dulu sejauh mana kemampuan siswa tersebut barulah kita bisa menerapkan strategi tersebut agar tidak mengalami kendala maka kita harus merincikannya dengan baik dan benar sebelum kita menerapkan strategi tersebut kepada peserta didik dan khususnya untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar