Laporan Bacaan :
Galuh Putri Laraswati (11901259)
Baiklah Pada Tugas Laporan Bacaan
kali saya Yaitu tentang Penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam
Membentuk Karakter Pribadi yang
Islami" Oleh Elihami Elihami. Bagaimana seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan agama islam itu ialah
sebagai suatu proses penanaman, pengembangan dan pemantapan nilai-nilai
spiritual manusia dimana yang tingkah lakunya terealisasikan oleh kaidah-kaidah
yang ada dalam agama.`dimana nilai-ni spiritual aalah bentuk dari kesluruhan
pribadi seseorang yang menyatakan diri dalam tingkah laku.pengaruh pembentukan
karakter seseorang yaitu oada lembaga pendidikan. Terutama khususnya pada lembaga pendidikan
formal(Sekolah), dyang dimana istilah dari strategi pembelajaran yaitu adalah metode
yang dipilih dan digunakan oleh seorang guru untuk menyediakan bahan belajar
yang dimaksudkan untuk memudahkan siswa untuk menerima dan memahami materi
pembelajaran yang pada akhirnya dapat dikuasai pada akhir kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran adalah Suatu Proses
yang sengaja di rancang atau dibuat oleh seseorang untuk mencapai suatu tujuan
yaitu suatu aktivitas pembelajaran. Strategi pembelajaran ini ialalah suatu
kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru/pendidik dengan
peserta didik yang bertujuan untuk mencapai suatu proses belajar mengajar yang
efektif dan efesien. Dan saya ketahui suatu strategi pembelajaran ini di
terapkan oleh seorang guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar agar dapat
memudahkan peserta didik dalam belajar, karena kalau guru menerapkan strategi
pembelajaran yang ia buat maka suatu kegiatan proses belajar mengajar itu lebih
menyenangkan dan sebelum menerapkan strategi pembelajaran it guru harus
mengetahui kemampuan dari peserta didik tersebut dalam menerapkan strategi
pembelajaran itu juga harus sesuai dengan kemampuan peserta didik. Karena
terkadang ada guru yang menggunakan strategi pembelajaran ini dalam suatu
proses pembelajaran dan tidak sesuai akan kemampuan dari peserta didik tersebut
tentunya bukan memudahkan peserta didik malah mempersulit peserta didik dalam
memahami suatu materi pelajaran.
Karena setiap guru itu mempunyai
cara masing-masing untuk melakukan sebuah kegiatan belajar mengajar dan
tentunya berbeda dari yang satu dengan yang lainnya. Pembelajaran itu kan pada
dasarnya ialah suatu proses menambah ilmu pengetahuan, informasi dan
kemampuan baru yang belum kita ketahui
dan dari pembelajaran ini lah kita bisa mengetahui semua yang belum kita
ketahui dan itu semua membutuhkan proses secara bertahap dan tidak langsung
kita paham atau mengetahui itu semua. Ketika kita sebagai mengetahui hal
tersebut kita sebagai guru maupun seperti saya ini sebagai calon guru tentunya
kita harus memikirkan bagaimana dan strategi apa yang harus kita terapkan agar
semua itu tercapai dengan efektif. Dan menurut saya sebagai calon guru itu
adalah hal yang sangat penting untuk di
pahami sebelum kita menerapkan strategi pembelajaran tersebut. kita harus paham
dulu akan kemampuan dari peserta didik tersebut barulah kita bisa menerapkan
strategi pembelajaran itu dengan efektif dan efesien. Dalam menggunakan
strategi pembelajaran ini bahwa tidak semua strategi pembelajaran dapat di
terapkan ataupun cocok digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk mencapai tujuan dan keadaan yang
sama, karena seperti yang kita ketahui setiap strategi pembelajaran itu
mempunyai kegunaan masing-masing. Karena saya pernah mengalami hal seperti itu
ketika saya membuat tugas laporan observasi itu kan ada disuruh untuk melampirkan sebuah rpp dan
sewaktu saya meminta kepada guru yang berada di sekolah yang saya observasi itu
beliau mempunyai banyak jenis rpp dan disitu sudah lengkap sekali dan ada
strategi yang digunakan dalam rpp itu. Dan kebetulan ibu saya itu adalah
seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan kadang saya sharing
menganai hal tersebut kepada ibu saya. Dan dari situlah saya tau, tidak pada
kegiatan observasi ini saja tetapi pada mata kuliah Pengembangan Materi PAI
Dasar 2 itu pada UTS kami disuruh membuat rpp satu lembar atau biasa disebut dengan Rpp guru merdeka dan
disitu juga ada strategi pembelajaran yang digunakan.
Dalam sistem pembelajaran tujuan
yaitu merupakan komponen atau hal yang paling utama dalam segala aktivitas
pendidik dan peserta didik, dengan demikian tentunya harus di usahakan dengan
sebaik mungkin agar terciptanya sebuah tujuan yang telah di tetapkan. Oleh
karena itu strategi pembelajaran ini harus dapat mendorong aktivitas dari para
peserta didik, aktivitas disinik tidak hanya di maksudkan kepada aktifviatas
fisik maupun psikis dari peserta didik tersebut banyak guru yang lupa dan
akhirnya salah paham akan dari sikap peserta didik yang hanya pura-pura aktif
tetapi kenyataannya peserta didik tersebut sangatlah pasif. dan dari pengalaman
saya menerapkan strategi pembelajaran ini tidaklah mudah apalagi kalau peserta
didiknya itu susah di atur, tetapi meskipun begitu kita harus sabar dalam
menghadapi itu semua, terkadang ada juga peserta didik yang gampang di atur ya
apalagi kan waktu itu pada saat saya melakukan observasi itu di SD kelas 4 jadi
ya anak-anak nya masih suka main dan kadang ada juga yang ngobrol sendiri dan
mereka tidak fokus dalam belajar, maka dari itu untuk mengembalikan semangat
mereka dalam belajar saya mengajak mereka bermain game dulu tetapi tentunya
game ini menyangkut materi pelajaran yang akan di pelajari hari ini dan saya
mengetes ingatan peserta didik akan materi pelajaran minggu lalu yaitu mata
pelajaran pendidikan agama islam dengan game tersebut. setelah itu barulah saya
memulai pelajaran tersebut saat kondisi sudah kondusif untuk peserta didik
belajar.
Mata pelajaran pendidikan agama
islam bagi kta sudah tidak asing lagi bagi umat muslim di indonesia, pendidikan
agama islan ialah merupakan usaha sadar dilakukan oleh seorang guru untuk
mempersiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran
islam melalui bimbingan di sekolah, agar peserta didik menjadi pribadi
muslim yang islami. Karena seperti yang
kita ketahui di zaman sekarang ini banyak remaja yang menyalahkan gunakan gaya
hidupnya. Apalagi remaja yang tinggal di kota dan sebagian besar mereka lebih
mengikuti tren di masa kini misalnya dengan berpakaian seperti orang luar
negeri dan bergaya seperti ke barat-baratan. Apalagi di zaman sekarang ini
teknologi yang semakin canggih dimana semua bisa di akses pada internet.usia
remaja adalah dimana masih suka coba-coba dan terbilang mereka memang masih
labil dalam melakukan berbagai hal, bahkan kesalahan yang tak perlu juga sering
terjadi karena kecerobohan, karena saya juga pernah merasakan hal ini. mereka
juga memiliki kebiasaan buruk yang pada akhirnya berpengaruh dengan gaya hidup
mereka sehari-hari makanya kebanyakan hidupnya juga tidak teratur. Dan sebagaian
banyak remaja yang memiliki kebiasaan seperti baru bangun tidur langsung main
handphone ya walaupun itu tidak semua dan terkadang hal ini saya masih juga,
dan sebenarnya hal ini harus di hindari kalau tidak dihindari maka akibatnya
akan menjadikan anak menjadi makin malas dan hidup menjadi tidak efektif.
Dan kemungkinana banyak juga yang
merasakan hal ini termasuk saya sendiri dan anak zaman sekarang lebih manja
apalagi kadang dalam dunia pedidikan dikit-dikit suka ngeluh banyak tugas dan
capek lah apalah dan lainnnya.selain itu juga kecanggihan teknologi sekarang
ini juga membuat mereka menjadi malas. Begitu pula dengan gaya hidup anak
sekaran ini yang sangatlah berbeda dengan anak zaman dulu misalnya seperti cara
berfikir, beritindak. Maka dari situ kebanyakan anak sekarang sudah kecanduan
media. Sehingga anak pada zaman sekarang gaya hidup merupakan gamabran bagai
setiap orang dan menggambarkan seberapa besar nilai moral dari anak tersebut.
dan bisa di katakan anak zaman sekarang itu jarang sekali yang akhlaknya baik
dan itu hanya sebagian saja. Akhlak
artinya tabiat, budi pekerti atau kebiasaan. Manusia yang berakhlak akan tertanam iman
dan hatinya, sebaliknya manusia yang tidak berakhlak
ialah manusia yang ada sikap mendua dalam tuhan di dalam hatinya.
Maka dari itu untuk mengatasi itu
semua khususnya guru pendidikan agama dalam membentuk kepribadian muslim
peserta didik. Data ini berupa hasil interview dan Data Sekunder, pengambilan
data dalam bentuk dokumen-dokumen yang telah ada serta hasil penelitian relevan
yang ditemukan peneliti. Peneliti terlibat langsung di lokasi penelitian untuk
mengadakan penelitian dan memperoleh data-data konkret yang ada hubungannya
dengan pembahasan ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yakni
observasi atau pengamatan cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan
secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu
atau kelompok secara langsung. Guna suksesnya strategi pembelajaran diperlukan
pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Agar materi tersebut tidak sekedar diketahui
untuk diujiankan atau sekedar menjalankan tuntutan kurikulum dan tugas. Perilaku peserta didik di luar sekolah seperti penggunaan pakaian
yang mempertontonkan aurat atau perilaku lain seperti merokok, membolos, balapan liar mesti mendapatkan perhatian
berupa respon sanksi mendidik yang memberi efek jera. Sanksi tersebut bisa berupa sanksi yang ada
nilai manfaatnya untuk lingkungan seperti membersihkan atau sanksi fisik yang
mendidik seperti berdiri dan dilihat oleh semua orang.
Dan ada Strategi Guru Pendidikan
Agama Islam pada Pembelajaran Pendidikan Agamaslam dalam Pembentukan
Kepribadian Muslim Manusia dengan akal pikirannya sebelum melaksanakan suatu
kegiatan yang sederhana maupun kegiatan yang sifatnya kompleks. Tetapi dalam Pembelajaran
pendidikan agama Islam dikatakan berhasil manakala peserta didik dapat memahami
materi pendidikan agama Islam sekaligus dapat mengaktualisasikan pemahamannya
tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Karena pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak hanya mentransfer materi
kepada peserta didik saja namun diperlukan adanya penghayatan terhadap materi
sehingga menimbulkan adanya perubahan sikap peserta didik setelah mendapatkan
materi tersebut. , Sikap dan perilaku
peserta didik yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
enerapan
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
dalam pembentukan kepribadian muslim peserta didik berdampak baik pada perilaku
religius, disiplin, dan menghargai sesama, namun masih perlu dilakukan perbaikan
dan perhatian khusus dalam hal pembentukan perilaku disiplin. Dan kita sebagai
guru harus mengatahui dulu sejauh mana kemampuan siswa tersebut barulah kita
bisa menerapkan strategi tersebut agar tidak mengalami kendala maka kita harus
merincikannya dengan baik dan benar sebelum kita menerapkan strategi tersebut
kepada peserta didik dan khususnya untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar